WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Menantu Habib Rizieq, Hanif Al-Athos  mengungkapkan bahwa mertuanya sudah mengantongi bayan safar atau surat izin keluar dari Arab Saudi, saat Aksi Bela Nabi 211, Senin 2 November 2020 di Simpang Sarinah, Jakarta Pusat.

Hanif menjelaskan tanggal kepulangan Rizieq Shihab akan dijelaskan langsung oleh Imam Besar FPI itu. Dalam waktu dekat ini Rizieq disebut akan mengeluarkan sebuah video yang menjelaskan tanggal kepulangannya. pernyataan ini dikutip dari metro.tempo.co

“Tanggal kepulangan resmi cuma dari video Habib, jangan terprovokasi informasi yang lain,” kata Hanief.

“Insya Allah, dalam waktu yang sangat dekat beliau umumkan tanggal kepulangannya saudara-saudara,” ungkapnya.

Selain itu Habib Hanif mengajak massa untuk menyambut kepulangan sang mertua. Ia juga mengingatkan agar massa tak memercayai kabar simpang siur terkait kepulangannya.

Jangan percaya dari sumber manapun kepulangan beliau mengenai kapan dan waktunya. Abaikan. Hanya satu informasi, beliau sendiri yang akan umumkan kepulangannya, jadi resminya nanti beliau sendiri lewat video” kata dia.

Kabar kepulangan Rizieq ke Indonesia sudah santer terdengar sejak sepekan lalu. Saat itu melalui video berdurasi 1,5 jam, Rizieq mengatakan akan kembali ke Indonesia.

Dalam video berdurasi 1 jam lebih, Habib Rizieq mengatakan akan pulang ke Indonesia. Jadi Kabar kepulangan sudah terdengar sejak sepekan lalu.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini, saya sekeluarga akan kembali ke Indonesia, akan pulang ke Tanah Air, dan akan kembali berjuang bersama umat Islam di kita punya negeri tercinta,” demikian pernyataan Rizieq dalam video itu.

Ilustrasi Habib Rizieq (Edi Wahyono/detikcom)

Munarman Juru Bicara FPI, sebelumnya menyebut bahwa pimpinannya itu sudah bisa pulang ke Indonesia karena tidak lagi dicekal oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Duta Besar RI untuk negara Arab Saudi, Agus Maftuh membantah apa yang di klaim FPI. Berdasarkan komunikasi Agus Maftuh dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih tertanda “blinking merah” dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU). Bentuk pelanggaran: mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan).

“Ada juga kolom “ma’lumat al-mukhalif” (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis “Surah al-Mukhalif” foto pelanggar. “Red Blink” adalah sinyal bahwa yang bersangkutan belum bisa keluar dari Arab Saudi,” ujar Agus.

Sebelumnya wartamuslim.com mengikuti perkembangan kepulangan sang Imam Besar ini, yang sebelumnya dikabarkan akan pulang di tahun 2017, kita tunggu di tanggal 10 November 2020 nanti. (DMZ)

Tinggalkan Balasan