WARTAMUSLIM.COM – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menyampaikan tausiyah jelang Idul Fitri 1441 Hijriyah. Wantim MUI menyampaikan sejumlah imbauan dan seruan kepada umat Islam dan pemerintah.

Dalam tausiyah yang disampaikan Ketua KH Din Syamsuddin, Wantim MUI mengimbau umat Islam agar menyongsong Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT dan gembira. Pasalnya, kaum muslimin telah dapat menunaikan ibadah-ibadah Ramadhan dengan baik di tengah suasana penuh keprihatinan sebagai dampak pandemi Covid 19.

“Menghimbau umat Islam untuk menaati Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid 19 dan pandangan para ahli kesehatan (ahl al-dzikri) terutama untuk memelihara diri (hifzh al-nafs) dari bahaya wabah Korona dengan menjaga jarak sehat secara fisik (physical distancing),” kata Din, Rabu (20/05/2020).

Wantim juga mengimbau umat Islam untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). “Mari tetap menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam perilaku yang tidak tepat dan bertentangan dengan upaya semua pihak dalam memutus mata rantai sebaran virus Corona,” imbuh Din.

Umat Islam juga diseru agar di penghujung hari bulan Ramadhan semakin meningkatkan ibadah Ramadhan. Selain itu juga meningkatkan amal sosial, yaitu dengan menyegerakan menunaikan zakat fitrah, infak, dan sedekah, serta zakat mal kepada mustahiq terutama mereka yang terdampak wabah Korona secara ekonomi.

“Menyerukan umat Islam untuk menggemakan takbir, tahlil, dan tahmid dari rumah masing-masing, dan melakukan silaturahim Idul Fitri secara virtual (dalam jaringan) dengan tetap menghayati makna Idul Fitri sebagai hari raya kesucian, kekuatan, dan kemenangan,” ujar Din.

Bagi umat Islam yang berada di Zona Merah, Wantim MUI mengimbau hendaknya melaksanakan shalat Idul Fitri bersama keluarga di rumah masing-masing. Sementara yang berada di Zona Hijau dapat menunaikan ibadat seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk kehati-hatian. Penentuan zona ini harus ditetapkan melalui musyawarah antara Pemerintah dan MUI atau Ormas-ormas Islam.

Wantim juga mengimbau pemerintah untuk konsekuen, transparan, dan berkeadilan dalam menegakkan kebijakan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Hendaknya pemerintah juga bersikap tegas tanpa ada kesan diskriminasi terhadap kelompok masyarakat atau tempat fasilitas publik tertentu. Jangan ada kesan pemerintah mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mengundang orang berkerumun di tempat-tempat umum, namun masjid terkesan ditutup dari penyelenggaraan ibadah dan syiar keagamaan umat Islam,” tegas Din.

Terakhir, Wantim menyeru umat Islam agar terus meningkatkan mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa ke hadiratNya untuk melimpahkan ma’unah-Nya. Dengan demikian diharapkan seluruh bangsa Indonesia terbebas dari wabah Corona, dari marabahaya dan malapetaka. “Sehingga Indonesia cepat pulih untuk kembali mempercepat upaya pensejahteraan rakyat,” pungkas Din.

Tinggalkan Balasan