Foto: Djohari Zein dan JNE

WARTAMUSLIM.COM – Menjadi pengusaha sukses dan besar adalah impian setiap pewira usaha baik pemula atau yang sudah berjalan namun masih belum memperoleh keinginan. Namun ada juga yang berkeinginan sukses sekaligus memberikan bermimpin dan bercita-cita mulia.

Foto : DJohari Zein Pengusaha Muslim

Contah Djohari Zein, lahir dan dibesarkan dari keluarga Tionghoa ini merupakan pengusaha ternama di Indonesia. Tak hanya itu, Djohari merupakan seorang mualaf di tahun 1982 lalu.

Selama setengah perjalanan usianya, ia mulail mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman bernama yang sampai sekarang cukup terkenal dan besar yaitu JNE. Djohari bertekad untuk menjadikan JNE sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Lekaki 65 tahun itu menyadari, bahwa perjuangannya tak lepas dari pertolongan Allah SWT.

“Saya bertemu dengan guru saya Haji Suprapto, dan saya tidak mungkin bisa sukses tanpa pertolongan dari Allah,” ucap Djohari.

Ia pun mengamalkan ayat suci Alquran dalam surah al-Ma’un yang berisikan hingga tujuh ayat. Dalam surah tersebut telah disebutkan, bahwa seorang Muslim seharusnya selalu berbuat baik kepada anak yatim, dan memberi makan kepada orang miskin, agar tidak menyia-nyiakan ibadahnya kepada Yang Maha Penguasa semesta alam.

“Berbuat kebaikan adalah tanda rasa syukur yang kita terima,” kata dia. Melaksanakan Ibadah Haji
Pada tahun 2000 silam, ia menyempurnakan ibadahnya sebagai umat Muslim dengan berhaji. Ketika berada di Jabal Rahmah, Djohari diperlihatkan sebuah pemandangan yang tak asing baginya. Ternyata pemandangan tersebut pernah dilihatnya saat di dalam mimpi ketika masih duduk di bangku SMP.

“Pemandangan di Jabal Rahmah pernah saya lihat di mimpi saat saya SMP. Dari situ saya sadar saya adalah islam,” kenangnya.
Hal menarik juga terjadi saat dia melaksanakan ibadah umrah pada Juli 2009 lalu. Kita tahu, ketika sedang berada di tanah suci, setiap orang tentu melayangkan doa-doa baik kepada sang pencipta, untuk dirinya pun orang disekitarnya. Itu pula yang dilakukan oleh Djohari.

Ketika di Masjidil Haram, ia memohon kepada Allah agar ia diizinkan untuk mendirikan sebuah masjid. Dan dia mendapati jawaban atas segala doanya melalui sebuah mimpi. “Jangankan satu 99 masjid pun diizinkan.” Bunga tidur tersebut diyakini bukan sekedar petunjuk. Melainkan lebih dari itu. Djohari menilainya sebagai perintah.

Akhirnya tekad itupun bulat demi merealisasikan pendirian 99 masjid. Nantinya masjid yang ia dirikan akan diberi nama sesuai dengan asma’ul husna. Nama-nama Allah yang sangat indah. Djohari menggagas niatnya itu dalam sebuah Yayasan yang ia dirikan, yakni Johari Zein Foundation atau Yayasan Johari Zain pada 3 Mei 2017.

foto: Johari Zein Foundation)

Ia memiliki cita-cita untuk membangun 99 masjid. Niatnya dijawab oleh Allah untuk dapat mendirikan hingga 99 masjid. Ia mendirikan lembaga filantropi, Johari Zein Foundation, sebuah yayasan yang hendak membangun 99 masjid. Jumlah tersebut diambil dari nama baik Allah atau asma al-husna.

Dari 99 masjid, saat ini Johari Zein Foundation telah membangun masjid Zeinurrahim di desa Medana Lombok Utara. Jika 99 masjid sudah terbangun, Johari Zein Foundation akan kembali membangun 99 masjid lainnya.

“Saya ingin memulai perjalanan jihad ini,” ungkap Djohari yang juga pendiri perusahaan startup.
“Kalau sudah mengenal Alquran, insya Allah kita tidak akan tersesat. Kalau sudah beriman, insya Allah kita tidak berbuat zalim. Dan kalau hendak antarkan kebaikan, insya Allah kita bisa mulai dengan membangun Masjid,” ucap Djohari. (sunting dari seruni)