ilustrasi Habib Rizieq dibidik

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Dominasi berita seputar tokoh utama FPI Habib Rizieq Shihab di media-media besar, serta ramainya perdebatan dan pernyataan tulisan di media sosial yang menuai sikap membenci dan mendukung seorang Habib Rizieq adalah menunjukan masyarakat lebih difokuskan satu kasus yang sedang ramai saja.

Hal ini diawali ketika bulan lalu 10 November 2020 Habib Rizieq mengumumkan waktu kepulangannya.

Kepulangan Habib Rizieq lalu menurut Kuasa Hukum Damai Hari Lubis mendapat sambutan yang cukup besar, Damai Hari Lubis menyebut massa yang menjemput sang imam besar FPI mencapai 3 juta orang.

Hal itu disampaikan Damai karena adanya pernyataan prediksi Menko Polhukam Mahfud MD yang meleset soal jumlah massa yang menjemput sang imam besar FPI tersebut.

“Ternyata, jumlah massa yang menjemput Habib Rizieq Shihab mencapai tiga juta orang, melebihi orang suci massa penjemputan Khomeini sehingga pendapat Mahfud keliru,” kata Damai ketika dikonfirmasi, pada hari Selasa yang lalu (10/11/2020).

Kepulangan Imam FPI tersebut menimbulkan permasalahan yang menurut kepolisian sangat mengkuatirkan dalam situasi protokoler kesehatan Covid-19 ini, ditambah lagi massa tanpa sengaja terus berkumpul bukan hanya diwaktu penjemputan saja, tapi ketika Habib Riziek mengadakan safari dakwah dan menikahkan putrinya yang pada akhirnya mendapatkan sorotan tajam dan keras dari kepolisian yang berujung pada dicopotnya 2 (dua) pejabat kepolisian dan pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anis Bawesdan oleh Polda Metro Jaya.

Ditambah lagi ancaman Walikota Bogor Bima Arya beberapa hari yang lalu yang  akan menempuh jalur hukum terkait dengan tidak terbukanya hasil test swab Habib Rizieq Shihab kepada Pemkot Bogor.

Kini berita Habib Riziek menjadi berita paling besar di media-media hal itu tentu dengan berbagai masalah setelah kepulangannya, termasuk diungkapkan kembali kasus-kasus hukum terdahulu sang Imam FPI ini sebelum mengasingkan diri di Arab Saudi kasus-kasusnya antara lain:

  1. Tahun 2016, Rizieq dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Student Peace Institute ke Polda Metro Jaya.
  2. Tahun 2016, Ketua Umum PNI Marhaenisme, Sukmawati melaporkan Rizieq ke Bareskrim Mabes Polri.
  3. Tahun 2017, Rizieq kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kali ini, dia dilaporkan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Solidaritas Merah Putih.
  4. Tahun 2017, Rizieq tersangka kasus konten pornografi. Yakni terkait percakapan mesum antara Rizieq dengan aktivis Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.
  5. Rizieq juga tercatat dilaporkan ke Polda Bali. Dia dilaporkan oleh Advokat Merah Putih bersama Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Yayasan Sandhi Murti.

Dari beberapa kasus diatas ada yang sudah dihentikan penyidikannya, karena tindakan yang dilakukan oleh Habib Rizieq bukan merupakan tindak pidana.

Adanya beberapa kasus yang masih belum diselesaikan hingga saat ini karena belum diketahui bagaimana kelanjutan proses hukum terkait laporan ini. Habib Rizieq sendiri masih berstatus sebagai terlapor. (DT)

Tinggalkan Balasan
Berita lain untuk anda

Revisi PPKM Darurat, Masjid Tidak Lagi Ditutup

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri merevisi aturan pelaksanaan pembatasan…