Ilustrasi:wm

WARTAMUSLIM.COM – Rezeki seseorang telah tertulis sebelum dia lahir ke muka bumi dan tak akan mati sebelum rezekinya habis, rezekimu tak akan diambil orang lain dan rezeki orang lain tak akan bisa kita ambil. Dan jangan karena keterlambatan rezeki membuat kita mencari rezeki dengan cara yang tidak halal.


Sesungguhnya Rezeki akan mengejar seorang hamba Allah, seperti ajal atau kematian mengejarnya (HR. Ibnu Hibban, 1087 – Mawarid) Sahabat Abud Darda)

Pulang kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah. Kali ini dititipin ketoprak. Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong gak ada orang yang jaga.

“Pak, ini tukangnya mana Pak? ” tanyaku ke tukang cukur disebelahnya.

“Oh, lagi sholat maghrib Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang”, jawabnya.

Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama.
Kalau untuk diri sendiri sih sudah saya tinggal langsung.

Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalau ditinggal lama begini.

Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut. “Beli ketoprak Pak satu”. Ucapku.
Entah mengapa, tiba – tiba berubah pikiran, “dua deh Pak”.

Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak.
Entah dari mana mereka. Tadi saya menunggu sendiri gak ada orang lain, tiba2 mereka datang memesan ketoprak .

Masya ALLAH, Tidak sedikit pedagang yang rela MENINGGALKAN sholat DEMI menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli.
Apalagi jika pelanggan sedang ramai.
Atau mungkin pegawai kantoran, RELA menunda SHOLAT bahkan meninggalkan SHOLAT hanya karena alasan SIBUK kerja, meeting & lain sebagainya.
Mereka & juga kita seakan lupa kalau ALLAH-lah yang mengatur REZEKI.

Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya MENINGGALKAN jualannya untuk SHOLAT, seakan ia lari meninggalkan rezekinya.
Sekembalinya dari SHOLAT ternyata REZEKI datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan ALLAH pun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli LEBIH dari yang seharusnya.

Sungguh benar perkataan Baginda Rasululloh  SAW :

*لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت*

*“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah ALLAH) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”*
( HR. Ibnu Hibban No. 1084).

Semoga ALLAH menjadikan kita hamba-Nya yg selalu bertakwa, yang selalu mengutamakan kehidupan Akhirat diatas dunia & seisinya…. 

Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.