WARTAMUSLIM.COM  – Hari berganti hari, pertikaian dan kerusakan semakin merajalela di tiap sudut desa, kota, pulau bahkan negara. Semua itu diperbuat oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Allah telah menegaskan dalam firman-Nya :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلى ما فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصامِ () وَإِذا تَوَلَّى سَعى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيها وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْفَسادَ () وَإِذا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهادُ

“Di antara manusia ada orang yang ucapanya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada allah ( atas kebenaran ) isi hatinya, padahal dia adalah penantang paling keras (204). Ketika dia berpaling maka berjalan di muka bumi untuk memusnahkan dan merusak tanaman dan binatang ternak. Allah tidak menyukai kerusakan (205). Apabila dikatakan kepadanya “bertakwalah kepada Allah” maka bangkitlah kecongkakan (kesombongan) yang menyebabkan dosa. Maka cukuplah baginya (balasan) neraka jahanam, dan  merupakan seburuk-buruknya tempat tinggal (206).” ( QS al-Baqarah: 204-206).

Sebab diturunkanya ayat di atas (Asbab an-Nuzul) adalah; suatu ketika seseorang dari kaum musyrikin yang bernama al-Akhnas bin Syariq mendatangi Nabi, menampakan keislaman dan keimananya kepada Nabi dan mempersaksikan hatinya kepada Tuhan di hadapan Nabi, lalu al-Akhnas pulang dan di tengah perjalananya dia melewati perkebunan milik kaum muslimin lantas membakar serta membunuh keledai milik mereka.



Diambil dari BincangSyariah.Com

Tinggalkan Balasan