WARTAMUSLIM.COM – Kemaksiatan dan kezaliman terwujud dari manusia yang tak lagi mempedulikan kehalanan harta yang masuk pada dirinya, hal itu berlaku bagi orang kafr maupun umat Islam. Ada korelasi antara ketidak pedulian manusia terhadap halal dan haram dengan akhir zaman.

Ketidak pedulian terhadap halal haram memicu manusia untuk melakukan kemaksiatan. Hal itu diungkapkan Ustadz Agus Syamsuddin, Lc ketika membahas Surat Al Baqarah ayat 168, yang artinya “Hai manusia, makanlah kalian apa yang ada di bumi ini yang halal lagi baik, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Ustadz Agus mengatakan jika ada umat Islam gampang menyakiti orang dan gampang bermaksiat maka perlu dicek makanannya. “Jangan-jangan dia umat Islam tidak peduli halal haram,” ujarnya dalam Kajian Ba’da Subuh di Masjid Al Iman, Harapan Baru, Kota Bekasi pada Ahad (01/03/2020).

Dia lantas mencontohkan perilaku korupsi dan penindasan. Dua perbuatan itu terjadi karena hilangnya rasa takut bermaksiat pada pelakunya.

“Kezaliman akan banyak mewujud ketika pelakunya sudah tidak mempedulikan kehalalan harta yang dimakan,” tegas Ustadz Agus.

Ustadz Agus menjelaskan perintah Allah subhanahu wata’ala untuk memakan yang halal dalam Al Baqarah 168 ditujukan kepada manusia. Artinya, perintah itu berlaku bagi orang Islam dan kafir.

Karenanya, kezaliman bisa dilakukan oleh orang kafir maupun orang Islam. Kezaliman akan mewujud pada orang kafir ketika orang kafir itu tidak mempedulikan kehalalan harta yang masuk padanya. Hal yang sama juga juga berlaku pada umat Islam juga umat Islam tidak peduli dengan apa yang masuk pada dirinya.

“Maka kemudian pelaku kezaliman itu identik dengan keserakahan dan tidak peduli halal haram,” kata Ustadz Agus.

Dalam kesempatan itu dia juga mengutip pendapat ulama salaf Sahl bin Abdulah at Tustari atau dikenal sebagai Dzun Nun Al Mishri, yang memperingatkan bahaya makanan haram. Dzun Nun mengatakan, “Siapa yang makan makanan haram, maka anggota tubuhnya bermaksiat, dia menghendaki atau menolaknya, sadar atau tidak. Dan siapa yang makanannya halal, maka anggota tubuhnya akan taat dan dimudahkan untuk kebaikan.”

Ustadz Agus menjelaskan, “kenapa (makanan haram) membuat anggota tubuhnya gampang bermaksiat, dia tidak selektif dengan apa yang masuk ke dalam dirinya.”

Harta Haram dan Fenomena Akhir Zaman

Fenomena manusia yang tak mempedulikan halal haram telah dikabarkan oleh Rasulullah Muhammad. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Dari Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah saw bersabda, “akan datang suatu masa pada manusia yang mereka tidak peduli dari mana mendapatkan harta, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram.”

“Karena korelasi perbuatan manusia dengan harta yang dimiliki ini sangat berpengaruh, maka keharaman itu berpengaruh pada fitnah akhir zaman,” ungkap Ustadz Agus.

Menurut dia, tabiat yang haram sebenarnya Allah setting sebagai suatu hal susah. Akan tetapi syaitan mendoktrin bahwa yang haram saja susah apalagi yang halal.

“Harusnya karena yang haram susah ya sudah tinggalkan, cari yang halal. Tapi karakter akhir zaman, walaupun kiamatnya masih jauh, tak peduli halal atau haram yang penting dapat harta,” tandas Ustadz Agus.

Tinggalkan Balasan
Berita lain untuk anda

Revisi PPKM Darurat, Masjid Tidak Lagi Ditutup

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri merevisi aturan pelaksanaan pembatasan…