WARTAMUSLIM.COM – Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi menerbitkan Surat Edaran Tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Virus Corona (Covid-19). Seluruh jajaran pemerintahan serta Puskesmas dan rumah sakit diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sesuai dengan petunjuk Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.

Surat edaran nomor 440/1651/Dinkes Tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Virus Corona (Covid-19) tersebut diterbitkan Wali Kota Bekasi tanggal 3 Maret 2020. Penerbitan surat edaran itu didasakan pada perkembangan virus corona (Covid-19), sebelumnya disebut sebagai 2019-nCoV, yang telah dinyatakan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD).

“Agar seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Bekasi untuk melakukan deteksi, pencegahan, respon, dan antisipasi munculnya kasus-kasus dengan gejalan pneumonia berat dengan etiologi tidak jelas seperti di Tiongkok yang berobat di fasyankes pemerintah dan swasta di Kota Bekasi, baik di fasyankes primer maupun di fasyankes rujukan,” kata Rahmat Efendi dalam edaran itu.

Jika ditemukan kasus-kasus dengan gejala tersebut, fasyankes diminta melakukan tatalaksana, isolasi, dan segera dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan sistem surveilans kesehatan yang berlaku. Jika kasus tersebut ditemukan, Rahmat Efendi meminta agar dilakukan investigasi dan penanggulangan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut dan agar tidak menjadi KLB/Kejadian Luar Biasa,” ujarnya.

Seluruh jajaran fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) juga diminta untuk terus memantau perkembangan kasus seperti gejala tersebut melalui media. Selain Puskesmas dan rumah sakit, Wali Kota Bekasi juga mengimbau Kodim, Polres, Kantor Imigrasi, OPD, Kecamatan dan Kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sesuai degan pedoman dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor SR.03.04/II/55/2020 yang diterbitkan tanggal 6 Januari 2020.

Pedoman kesiapsiagaan tersebut menjadi acuan dalam tatalaksana Virus Corona. Rahmat Efendi juga memerintahkan agar pedoman tersebut disebarluaskan.

Sebelumnya, Pemerintah telah mengumumkan dua orang WNI yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona. Kini keduanya tengah menjalani isolasi.

Sementara, seorang warga Bekasi yang sebelumnya diduga terinfeksi dan meninggal di Cianjur telah dinyatakan negatif Corona. Wali Kota Bekasi menyebut sebanyak 18 orang di wilayahnya kini tengah dalam pengawasan Dinas Kesehatan.

You May Also Like

Ketua MUI: Artis Lebih Dihargai daripada Ustadz dan Ulama

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat Cholil Nafis secara…

Polisi Penembak Laskar FPI Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Seorang Polisi yang terlapor kasus dugaan unlawful killing atau…

Isbat Awal Ramadan Digelar Daring dan Luring 12 April 2021

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1442 H akan digelar…