illustrasi foto:@routers

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTACommonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) bersama Universitas Queensland pada Kamis mempublikasikan hasil penelitiannya (10/12/2020). Hasil temuan ini mengungkap bahwa SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, dapat ditemukan di air limbah sampai dengan 3 (tiga) pekan sebelum kasus ditemukan melalui uji klinis.

Pengujian terhadap air limbah dapat mendeteksi virus corona beberapa pekan sebelum seseorang yang tertular menunjukkan gejala. Demikian  menurut temuan sebuah penelitian di Australia dikutip laman Xinhua.

Hal ini menunjukan bahwa dari hasil penelitian ini virus terus hidup dan menularkan semakin banyak pada suhu-suhu udara yang dingin dan virus cepat mati di suhu udara yang panas, kering dan terik dibawah sinar matahari.

Sangat masuk akal dari keterangan diatas, melihat beberapa waktu yang lampau seorang pejabat Amerika Serikat (AS) hari Kamis (23/4/2020) mengatakan, dalam tanda potensial bahwa pandemi Covid-19 itu bisa menjadi kurang menular di musim panas. Menurunya, Virus akan melemah lebih cepat ketika terkena sinar matahari, panas dan kelembaban.

Peneliti pemerintah AS telah menentukan bahwa virus bertahan paling lama di dalam ruangan dan dalam kondisi kering, serta melemah ketika suhu dan kelembaban naik. Terutama ketika terkena sinar matahari, kata William Bryan, penjabat kepala Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Sedangkan di musim dingin atau hujan virus ini semakin ganas seperti dikutip dari CNNIndonesia.com bahwa Ahli Pandemi & Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan angka penularan pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tak berkaitan dengan musim dingin. Hal ini ia ungkap berdasarkan penelitian-penelitian terkait pandemi baru tersebut yang telah dilakukan sejauh ini.

Ilustrasi virus corona. (AP/Anupam Nath

Dicky mengatakan SARS-CoV-2 yang masuk keluarga virus corona beserta SARS dan MERS berbeda dibandingkan penyakit infeksi Saluran Pernapasan (ISP) akibat virus seperti flu musiman.

“Virus corona berdasarkan fakta ilmiah belum menunjukkan ada keterkaitan dengan, sejauh pengetahuan kita yang saat ini kita miliki,” kata Dicky

Pernyataan Dicky ini merespons temuan Organisasi Kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau WHO yang mengatakan penularan Covid-19 bisa meningkat di musim dingin.

Di sisi lain Dicky mengingatkan perlu penelitian untuk melihat lebih jauh apakah benar ada keterkaitan virus corona dengan musim. Ia mengatakan kecenderungan penyebaran virus ini disebabkan oleh karakter atau tabiat orang yang tela terinfeksi.

“Kecenderungan lebih terjadi penyebaran karena virus ini dibawa orang. Karakter atau tabiat dari orang ini yang pengaruhi. termasuk sistem imunitas dari orang itu,” kata Dicky.

Tinggalkan Balasan
Berita lain untuk anda

Revisi PPKM Darurat, Masjid Tidak Lagi Ditutup

WARTAMUSLIM.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri merevisi aturan pelaksanaan pembatasan…